[All]
During my past childhood,
I dreamt a beautiful dream about riding a balloon and flying
If a yellow balloon flies in the sky,
My heart remembers beautiful memories
Balloons (eng Trans)_by TVXQ
***Startto***
Lagu penutup pun telah mereka bawakan, tapi suasana di stadium yang penuh dengan ‘Cassiopeia’ tetap ramai berkumandang nama ke lima ‘Dewa dari Timur’. Sementara itu dibelakang panggung, tepatnya diruang tunggu sang ‘Dewa’.
JJ : “Haaaaaaa~ kampaiiiii~!!” (menyodorkan botol air mineral ke YH, YC dan JS yang sedang bersandar lemas disofa)
YH : ”Kampaiiiii~!” (membalas Cheers JJ dengan Jus kalengnya)
JS : ”aku ingin tiduuuur...” (meluruskan kakinya dimeja)
YC : (tidak bicara apa-apa, hanya mengetoskan kopi kalengnya ke JJ)
JJ : (duduk disamping YH sambil celingukan mencari seseorang yang hilang dari mereka) ”he? ChangMinie odiesso?”
All : (ikut celingukan) ”molla~a”
Manager : (datang membawa beberapa lembar photo mereka dimasa kecil, lalu meletakannya di atas meja) ”kalian lebih manis waktu kecil...hahaha...igo,,simpanlah..”
YH : (mengambil beberapa lembar photo, lalu tersenyum kecil) ”haha...kyopta~!” (melihat photo dirinya yang masih bayi chubby dengan topi pink) ”kurotchi?...hehehe..” (menunjukannya pada JJ yang duduk disebelahnya)
JJ : (hanya mengangguk, lalu mengambil photo bayi lainnya) ”igo...hehehe...yang ini lebih imut...hahaha...ARACHI?” (menunjukan photo dia masih bayi lalu tertawa sambil menenggak air mineralnya)
YH : (manyun) ”Ye...huh...” (membolak-balik beberapa photo lainnya) ”hmmm...hyung...igo...hahahahaha...ini waktu aku SD...hahaha...keren kaaan??”
JJ : (melirik sekilas) ”ye...”
YC : (mengambil selembar photo dirinya) ”hmmm...Hya...igo sun...Jeongmallllll Kyooooooppppta~!!hahaha...” (menunjukan photo dirinya ke JJ dan YH)
YH+JJ : ”hyeeeee...” (mencibir)
YC : (manyun, lalu menatap photo nya) ”hajiman....jinja kyopta, anniya?”
JJ : (mengambil photo itu dari tangan YC, lalu memperhatikannya) ”ye...kurotchi...ini imut...hehehe...” (menunjuk anak disebelah YC)
YC : (tambah manyun) ”hya...itu kan YooHwan...haizzz..”
JJ+YH : (tertawa)
JS : (membuka handuk yang tadi dia gunakan untuk menutup wajahnya) ”Hya...kalian beriiiisik...fyuuuuh....” (bersandar di bahu YC) ”coba lihat....” (mengambil beberapa lembar photo lalu mencari photo dirinya) ”hya....hahahaha....nanun Kyopta...anniya?” (menunjukan photo imut nya ke tiga sahabatnya yang melengos sebal)
JJ : (sambil memandang photo kecilnya) ”hmmm...aku punya pengalaman menyebalkan dengan teman...eh...ga bisa dibilang teman siiiy...dia itu anak baru dikampung ku...hhh...karena dia, aku sampai takut main keluar...” (menenggak air mineralnya lagi)
All : (menatap JJ)
YH : ”wae?” (penasaran)
JS : ”sepertinya aku pun pernah mengalami hal yang sama...” (mengingat masa kecilnya yang sempat terusik)
YC : ”sebelum aku pindah ke Virginia...aku sempat berteman dengan seorang anak yang menyebalkan juga...tapi tidak lama...anak itu pindah duluan...hahaha...”
YH : ”waktu aku kecil...banyak anak iseng...aku tidak terlalu ingat...tapi satu yang aku ingat...dia sering membuatku ingin memukulnya sampai menangis dan menendangya...tapi dia masih kecil...jadi aku teriaki saja...hahaha...”
JJ : ”hmmm...anak itu sangat menyebalkan...aku bahkan sampai membuang semua mainanku...” (meletakkan minumannya)
JS : ”omooo...sampai separah itu?”
JJ : (mengangguk) ”ye...dia itu...hmmm...aku tidak tau namanya...jadi begini ceritanya...”
**Flash Back**
Noona 1 : (meletakkan beberapa cangkir mainan di karpet yang dia gelar di taman dekat rumah nya) ”hya...dongsaeng~a...palli~i..” (memanggil adiknya yang imut)
JJ : (membawa boneka sambil berlari kecil ke arah Noona nya) ”ye...noona...hahaha...” (duduk di karpet sambil berpura-pura meminum dari cangkir mainan)
Noona 1 : ”jaejung~a...noona ambil kue kering dari oemma dulu iaa...kau tunggu sini...choa?” (berdiri dan meninggalkan adiknya yang masih kelas 2 SD itu)
JJ : (mengangguk) ”Nhe noona...” (meletakkan bonekannya lalu berbisik pada bonekannya) ”sebenarnya...aku lebih suka main layangan daripada main masak-masakkan seperti ini...haizzzz...tapi oemma bilang...aku bisa hitam dan jelek kalo main layangan...” (menatap noona nya yang semakin jauh) ”lagipula...aku sayang noona ku...main sama dia membuatku merasa nyaman...” (memainkan cangkir-cangkir mainan itu)
Anak kecil : ”hmmm...annyong noona...” (membungkuk hormat pada JJ)
JJ : (kaget melihat anak umur 5 tahun memanggilnya noona) “eh?...hehehe…kau salah…panggil aku…hyung…hehe…”
Anak kecil : (memicingkan matanya) “ha? Hyung?”
JJ : (tersenyum manis) ”ye...Hyung...Jaejoong Hyung...”
Anak kecil : (melotot lalu tertawa terbahak-bahak) ”muo??Jaejoong hyung? Hahahaha...kau lebih pantas kupanggil noona...” (duduk didepan JJ) ”kau main boneka, Hyung?” (mengambil boneka JJ)
JJ : (mengangguk sebal) ”ye...kembalikan” (merebut bonekanya kembali)
Anak kecil : ”nih...siapa juga yang suka main boneka...aku ini kan laki-laki...aku lebih senang main sepeda, layang-layang atau memanjat pohon...hahaha...bukan main masak-masakan dan boneka seperti ini...” (menendang cangkir mainan JJ)
JJ : (melotot) ”hya...mwohanun jisiya~a??!!” (kesal sambil membereskan cangkir-cangkir mainannya)
Anak kecil : ”huh...eeeeh?” (menjauh, lalu berpikir) ”aaaah!! Tadi di TK ku...songsaengnim baru ngajarin sound* baru **sound in Preschool biasa dikenal sbg Phonetics, biasa di ajarkan di sekolah2 ber metode Montessori** ...hahaha...iaaa...aku ingat..sound Ong...hehe...JaeJoong Bencong...jaejoong bencong...huahahaha...pas banget!haha...jaejoong bencong...jaejong bencong....” (terus menyebutkan rhymes yang menyebalkan sambil berlari pulang dan tidak peduli amukan JJ yang melemparkan semua cangkir dan bonekanya kearahnya)
JJ : (kesal, melempar cangkir mainannya yang mengenai kaki anak itu) ”rasakan!” (tambah kesal ketika anak itu semakin menjadi dan tidak peduli sambil lari) ”HYA~!!!Nappeun ai!!! Awas kau!!”
Noona : (bingung melihat adiknya marah-marah sambil melempar maianannya) ”hya~ JaeJung~a...wae?” (memunguti mainananya)
JJ : (manyun, menahan tangisnya dan menghapus airmata nya sambil memeluk bonekanya) ”aku tidak mau main lagi...hiks,,,aku mau main layangan saja...aku ga mau main masak-masakan lagiiii....huaaaa....huaaa...” (berlari pulang sambil menenteng bonekanya) **aiguu JJ oppa..ga mo main masak2an tapi boneka tetep ditenteng-tenteng***
Noona : (bingung dan kaget) ”wae? Bukannya dia takut main layangan? Karena kata oemma...dia akan menjadi jelek kalo main layangan...aigoo...aneh...” (merapikan mainannya lalu pulang)
**Dirumah JJ**
Oemma : (bingung melihat JJ yang pulang sambil menangis lalu membuang semua mainannya seperti barbie dari noonanya, peralatan make up barbie dan beberapa pakaian-pakaian barbie yang dibelikan noona tertuanya) ”Ji eun~a...*anggap saja kakaknya bernama Ji Eun*...Jejung wae?”
Noona : (menggedikan bahunya sambil menaruh mainannya ke kotak) ”molla~a...tadi aku siy sempat melihat seorang anak kecil berlari...waktu Jejung melempar-lempar mainanku...” (memunguti mainan JJ yang dilemparnya) ”Jejung odieso oemma?”
Oemma : (menunjuk kamar nya) ”dikamar...lagi nangis...tadi oemma disuruh keluar waktu mo nyamperin dia...hehehe...biarin dulu dia sendiri deh...” (tersenyum bijak sambil menyelesaikan masakannya)
Noona : (menggeleng) ”anni~i oemma...dia tadi merusak mainanku...dan dia membuang mainan pemberian oennie...jadi dia harus minta maaf...dia ga boleh jadi anak pemarah seperti itu...” (berjalan kekamar lalu masuk tanpa peduli teriakan JJ yang menyuruhnya keluar)
JJ : (ngambek) ”hya! Noona...Ka~!!pergi....sana...huuu...huuu...keluar....huuu...” (melempar bantal ke noona nya)
Noona : (mengambil bantal itu lalu melemparnya balik) ”Hya!!! Kau pikir kau ini siapa ha?” (melompat ke tempat tidur lalu memegang wajah adiknya, menatapnya tajam) ”dengar...ceritakan padaku...apa yang membuatmu jadi marah, ha?”
JJ : (menatap noonanya takut, dia tau setiap dia ngambek, hanya noona satu ini yang tidak pernah menghiburnya dengan kata-kata manis dan janji-janji manis layaknya menenangkan anak kecil, tapi selalu meneriakinya balik, menyerangnya balik dan memarahinya, tapi noona satu ini lah yang membuatnya lebih tenang) ”hiiiks...noona...hiiiks...aku ini namja anniya?” (memeluk noonanya)
Noona : (kaget, lalu memeluk adiknya sambil mengelus rambut adiknya yang sangat lembut dan harum) ”ye...kurotchi...wae Jejung~a?”
JJ : ”hikss...memangnya anak laki-laki tidak boleh main masak-masakan?”
Noona : (menatap adiknya) ”he? Kata siapa?”
JJ : (menggeleng) ”molla~a...hiks...anak tadi...”
Noona : (menarik tangan adiknya) ”kajja” (mengajak JJ keruang tamu lalu mencari beberapa majalah oemma nya dan membolak-balik majalah itu) ”igo...” (menunjukan gambar koki terkenal yang menjadi topik dihalaman itu)
JJ : ”eh? Nuguseyo, noona?” (mengambil majalah itu)
Noona : ”dia adalah koki terkenal didunia...dia koki hebat...kerja nya membuat masakan-masakan lezat...kau lihat...dia laki-laki tampan kan?”
JJ : (mengangguk sambil masih menatap gambar si koki) ”ye...”
Noona : ”jadiiii...anak itu salah...kalo hanya perempuan yang boleh main masak-masakan dan pandai memasak...hmmm...kajja...kita bantu oemma masak...lain kali kalo dia meledekmu lagi...tendang saja...arasso?” (menggandeng adiknya ke dapur)
JJ : (tersenyum mengikuti noonanya) ”arasso noona” (dalam hatinya dia berkata) ”lihat saja...aku akan menjadi pintar memasak...dan kau *untuk anak itu* akan kubuat menyukai masakanku...kalau kita bertemu lagi”
****Flash Back Stop****
YH+YC+JS : (mengangguk-angguk mendengarkan cerita JJ)
YC : ”ooo...jadi itu sebabnya kau jadi pintar masak, noona?” (menahan tawa jahilnya)
JJ : (mengangguk tidak sadar dia dipanggil Noona) ”ye...”
JS : ”hya~a...noona...apa kau sudah menemukan anak sial itu?” (melirik YC jahil)
JJ : (belum sadar dipanggil Noona) ”belum...aku tidak melihat nya lagi sejak itu”
YH : ”a~ noona...jadii...pffhftfhfftftft..” (mendapat serangan handuk dari JJ yang baru sadar di panggil noona)
JJ : ”HYAAAA!!!!!” (menyabeti JS, YC dan YH)
All : ”mian...mian,...hahaha” (tertawa)
JJ : (berhenti) “eh…kalo kamu, ottoke?” (menunjuk YC)
YC : ”eh?...ohhh...si anak nakal itu?” (meminum kopi kalengnya) ”hmmm...dia itu....”
***Flash Back***
Oemma YC : (menggendong YooHwan bayi) ”YooChun~a...ajak temanmu main di halaman belakang sana...heheehehe...omma dan oemma nya sedang sibuk...choa?” (menggandeng seorang anak kecil yang menatap YC ramah)
YC : ”hai,,,dongsaeng...” (menyapa anak umur 4 tahun itu)
Anak kecil : (tersenyum lalu menggandeng tangan YC)
YC : (senang lalu mengajaknya ke halaman belakang, mengambil bolanya)
Oemma : (tersenyum melihat anaknya ramah dan langsung akrab dengan anak sahabat barunya)
Anak kecil : (tiba-tiba menghentakan tangan YC dan melepasnya lalu menendang kaki YC)
YC : (kaget) ”eh? Wae gure?” (memegangi kaki nya yang sakit)
Anak kecil : ”Huh!!!hyaaaaat....” BUGG!! (meninju perut YC)
YC : (kesakitan, lalu menangis) ”huaaaaaaaa....oemma....huaaa...huaaa....”
Anak kecil : (tanpa wajah berdosa, mengelus kepala YC yang berjongkok sambil menangis karena kesakitan) ”cup...hyung...cup...ga usah nangis....masa gitu aja nangis...?,,,hyung cengeng...”
YC : (menatap anak itu aneh, masih menangis) ”huaaaaa...hiksss...hikkkssss...”
Oemma : (berlari menghampiri YC) ”hya? Gwanchana?”
Anak kecil : ”adjumma...tadi hyung kepleset…tapi jatohnya ga kenceng koook....hyung nya cengeng iaaa?” (dengan tampang polosnya)
YC : (menatap anak itu tajam, lalu menghapus airmatanya) ”hiks...anni~i oemma...aku ga cengeng!” (merajuk ke oemma nya)
Oemma : (mengelus kepala anaknya) ”ye...ya sudah...main lagi ya...”
Anak kecil : (tersenyum sambil mengangguk) ”ye adjumma...”
YC : (menatap anak itu takut sambil memeluk oemma nya) ”andwae oemmaaaaa...aku mo ikut oemma diruang tamu aja...janji...aku ga akan berisik...aku ga mo main lagi,,,hiks...oemma...aku mo ikut oemma...huaaa...oemma...” (memeluk oemmanya erat)
Oemma : (melepaskan tangan YC sambil tersenyum) ”hya...YooChun~a...katanya ga cengeng?...main sama dongsaengmu ya...choa?”
YC : (merengut lalu menatap anak itu tajam)
Anak kecil : (tersenyum sambil menggandeng YC) ”kajja hyung...aku aja ga nangis...kalo gitu...hyung yang cengeng...”
YC : (menarik tangannya)
Oemma : (mengambil tangan YC lalu menggandengkannya ke anak kecil itu) ”hya...yoochun~a...ga boleh gitu dooong...kajja...” (menyuruh mereka bermain lagi lalu pergi)
YC : (menatap oemma nya pergi sambil menahan tangisnya) ”oemma...anak ini nakal...hiks...”
Anak kecil : (mendorong YC) ”muo? Kau bilang aku nakal?” (mendorong YC lagi sampai jatuh) “ayo nangis lagi...dasar cengeng...hehehe...kau ini udah gede tau...aku aja masih TK A ga cengeng....weeeee” (menjulurkan lidahnya) ”anak cengeng....hyung cengeng....cengeng...cengeng....” (sambil berlari-lari memainkan bola YC)
YC : (menundukan kepalanya sambil duduk dengan wajah disembunyikan diatas lututnya) ”huaaaaaaaa....oemma...oemma...oemma...dia nakal....oemma....huuuuu....” (teriak memanggil oemmanya)
Oemma : (berlari) ”hya...gwanchana yooChun~a?” (memeluk anaknya)
YC : (menunjuk anak itu) ”dia nakal oemma...hikkksss...huuu..”
Oemma : (melihat anak itu sedang menendang-nendang bola dengan gayanya yang lucu, lalu oemma tersenyum) ”hmmm...Yoochun~a...kau harus berbagi dengannya...main sama-sama yaaa...” (menggandeng tangan anaknya lalu meyuruh anak kecil itu menendang bola ke YC)
Anak kecil : ”hehehe...hyung...mianhae...tadi ga sengaja kena hyung...mianhe” (membungkuk ke YC) ”sekarang aku tendangnya pelan-pelan deeeh...kajja..” (menendang bola itu pelan)
YC : (dengan polos nya mengambil bola itu, lalu menendangnya) ”hehehe...aku hebat kan?”
Anak kecil : (tersenyum sebal) ”hehehe…ye…hyung…” (menendang bolanya lagi)
Oemma : (kembali keruang tamu)
YC : “hahaha…kau juga hebat dongsaeng...” (menendang bola)
Anak kecil : (pergi) ”aku ga mo main sama anak cengeng...huh...anak cengeng...anak cengeng...” (berlari ke ruang tamu sambil tertawa) ”oemma....aku mo pulaaaaang...aku lapaaar...”
YC : (mengambil bolanya) ”aku....ga cengeng....hiks...aku ga cengeng.....huuuu...huuuu...”
***Flash Back Stop***
JS : (memberikan YC handuknya untuk menghapus airmata YC)
JJ : (menjitak YC pelan) ”katanya kamu ga cengeng....hahahaha”
YH : ”anak kecil saja tau kau ini cengeng....hahahaha...”
JS : ”hahaha...susah jadi oemma mu...” (tiba-tiba diam, lalu melirik YC) ”eeeeeeeh.....mian...mian....haizzzzz....cup...cup...mian,..aku Cuma bercanda...haizzz...” (memeluk YC)
YC : ”huaaaaaaa.....hiks...kalian jahat...hiksssss...” (menghapus airmatanya)
CM : (masuk sambil membawa satu cup mi ramen panas) ”hahaha...jangan ganggu aku makan ya!!!” (duduk disampin JJ)
All : ”ooooh...kau berburu makanan dari tadi?”
CM : (mengangguk sambil menyuap mie ke mulutnya) ”ye....aku lapeeeer banget hyung...” (mengelap mulutnya) ”kalian sedang cerita apa si, sampe YooChun Hyung nangis bgini?” (menyuap mi nya lagi)
JJ : (tersenyum) ”masa kecil yang menyebalkan...hahaha...”
YH : ”ye...waktu kecil...ada anak kecil yang sangat ingin kuhajar...huh...coba kalau dia seumuran denganku...sudah kuhajar pake jurus taekwondoku...sayangnya dia waktu itu masih kecil...aku kelas 3...jadi aku ga bisa ngehajar dia...” (gemas)
JJ : (tertawa, dia tau sikap bijaksana YH sudah ditanamkan appa nya dari dia masih kecil)
YH : ”dia selalu membuatku kesaaaaaal…masa dia selalu…”
***Flash Back***
YH : (bermain dengan anak-anak sebayanya di taman dekat rumahnya)
Anak kecil : (membungkuk didepan teman-teman YH) ”annyong haseyo...”
Anak lain : (melihatnya sekilas lalu kembali asik dengan mainannya masing-masing)
YH : (membalas salam anak itu) ”annyong dongsaeng...” (tersenyum lebar)
Anak kecil : (memicingkan matanya menatap YH)
YH : (bingung) ”eh?gwanchana?hehehe...igo...kita bangun istana pasir bareng yuk...” (menggandeng tangan anak itu untuk mengajaknya ke bak pasir)
Anak kecil : (menghempaskan tangan YH) ”annio...” (menatap YH)
YH : (tersenyum) ”oooh...kamu ga mo ikutan main pasir...takut kotor ya?”
Anak kecil : (menggeleng)
YH : (tersenyum lagi yang menunjukan gigi nya yang masih berantakan) ”terus...wae?”
Anak kecil : ”hehehe...” (tertawa lalu menggeleng lagi)
YH : (bingung) ”wae?...hmmm...kita main seluncuran aja deeeh…kajja..” (menggandeng anak itu)
Anak kecil : (menghempaskan tangan YH lagi) “hya....andwae!!” (kesal)
YH : (bingung) ”hehehe...mian…mian…choa…kamu mo main apa?” (mendekat sambil tersenyum)
Anak kecil : (mundur, lalu meletakkan kedua jari telunjuknya ke masing-masing sisi mulutnya lalu menariknya dan menjulurkan lidahnya) “weeeeeeek….aku ga mo main sama hyung jelek….wek…weleeelelelele….jelek…jelek….hyung jelek….hyung jelek……weeeek…hyung jelek……” (berlari lalu bergabung dengan anak yang sedang bermain di bak pasir)
YH : (kaget dan kesal) ”hya...kau...” (siap mengepalkan tangannya) ”hhhhh...untung kau masih kecil...” (melepaskan kepalan tangannya lalu berlari ke kerumunan temannya lagi)
**keesokan harinya**
YH : (berjalan pulang dari sekolah, melewati taman,melihat anak yang terlihat sedih sendirian di ayunan, lalu mendekatinya) ”annyong dongsaeng, gwanchana?” (tersenyum ke anak menyebalkan kemarin)
Anak kecil : (menatap YH lalu menggeleng, masih terlihat murung)
YH : (mengelus kepala anak itu) ”wae donsaeng?” (duduk di ayunan sebelah)
Anak kecil : (manyun sambil sesekali menatap YH) ”hmmm...hhhh...hyung jelek...tambahin aku bete deh...” (turun dari ayunan berjalan beberapa langkah lalu berbalik sambil menjulurkan lidahnya) ”weeeeeeeee...hyung jelek!”
YH : (kesal) ”haizzzz...” (menghentakkan kakinya) ”dasar anak NAKAL!!!”
Anak kacil : (berbalik) ”biarin....daripada jelek....weeeeek....” (lari)
YH : ”hya~!!” (melompat dari ayunan)
Anak kecil : (kabur)
***Flash Back Stop***
All : (tertawa) ”hahahahahaha~!”
YH : ”hya...setiap bertemu aku dia selalu berteriak...hyung jelek...hyung jelek...kurang ajar anak itu.....ckckckck...”
JS : ”untung anak itu bertemu nya kamu hyung...coba dia ketemu ChangMin...wuahahaha...sudah babak belur itu anak....kekekeke~!”
CM : (hanya melirik YH dan JS lalu kembali serius pada ramennya sambil sesekali melirik YH)
JS : ”haaaa...ceritamu mirip aku hyung...” (mengambil kopi YC lalu menenggaknya tanpa melihat tatapan protes dari pemiliknya)
YH : ”he?...sama kau di bilang jelek?”
JS : ”anni~i...aku kan imut dari kecil....mana ada yang bilang aku jelek....kekekekeke...” (melindungi kepalanya yang menjadi sasaran jitak dari YH)
YH : ”truss?” (berhenti menjitaki JS setelah JJ menariknya)
JS : ”haha...hhhhh...anak itu ingin ku gigit dan ku lempar....tapi....walau dia lebih muda dari ku....dia besar hyung....jadi aku ngalah sama dia....haizzzz...”
**Flash Back**
Dikolam renang umum yang penuh dengan anak-anak yang menghabiskan liburan musim panas mereka
JH : ”JunSu~a...kau mah penakut...aku ketempat dalam ya...”
JS : (manyun) ”aaaaaah....Hyung...nanti aku sendirian....trus siapa yang jagain aku?” (menggepak-gepakan kaki dan tangannya di air mengejar hyung nya)
JH : (berbalik) ”haizzzz...igo...kamu udah pake iniiiiii...” (menunjuk ban pelampung yang dipake JS) ”tar kalo kamu ikut kesana...bisa tenggelem loh...kamu kan pendek...”
JS : (manyun) ”aaaah...hyung maaah...tar kalo ban nya kempes...trus aku tenggelem ga ada yang tolongin aku....trus aku mati gimana?”
JH : (mencubit pipi adik kembarnya gemas) ”niy anak manja banget!” (menarik lepas ban pelampung JS)
JS : (melotot panik) ”hya....tar aku mati Hyung...”
JH : (menjtak JS) ”lihat...airnya Cuma selutut mu....mana mungkin kamu tenggelem...ha??????” (memakaikan ban itu lagi ke JS)
JS : (nyengir) ”hehehe...abiiiizzzz...tar aku sendirian....kalo aku di culik gimana hyuuung?”
JH : (kesal) ”ya ampppppppun...tuh oemma juga lagi ngeliatin kamu...” (nunjuk oemma nya yang lagi melambaikan tangan ke kedua anak kembarnya sambil memegang kamera)
JS : ”hhhh...hyung currrrrrang...aku kan juga mo kesana...”
JH : (meninggalkan JS) ”ga boleh...anak kecil disini aja...”
JS : (menggaruk kepalanya, berpikir) ”bukannya kita anak kembar?kau kan juga anak kecil hyung?”
JH : (menoleh ke adiknya lalu berteriak) ”tapi aku lebih tinggi dan besar dari kamu, Su...”
JS : (melotot kaget sambil berbisik) ”tuh kan Hyung bisa denger...padahal aku kan ngomong dalam hati...ckckckck...hyung emang hebat...”
Anak kecil : (menarik-narik pelampung JS)
JS : (panik) ”heeee...hya...jangan tarik....nanti aku bisa mati....” (mencoba melepaskan tangan anak itu)
Anak kecil : ”malu ihhhh...masa dikolam kecil pake ban?” (mendorong JS)
JS : (gelagapan karena cipratan air saat dia jatuh) ”hap...hap...hya...kamu mo aku mati ya? Hap...oemma....o...hap...oemma...”
Anak kecil : (geleng-geleng) ”ya ampuuuuun....Cuma cipratan air mah ga bakal mati....dasar anak manja...anak mami....anak mami...”
JS : (berdiri kesal, menoleh ke arah oemmanya duduk, melotot kaget ketika dia lihat oemma nya tidak ditempat semula alias ga ada) ”hua...oemma odika?”
Anak kecil : ”huaaaaahahahahaha....dasar anak mami...kacian deeeh oemmanya udah pulang...hahaha...anak mami...anak mami....emang enak di tinggal pulang...hahhaa..anak mami...” (bertepuk tangan)
JS : (kesal lalu menciprati anak itu) ”hya...anak nakal...hya...hya...aku bilangin oemma ku lohhh...”
Anak kecil : ”weeeee...ga takut...dasar anak mami...hihihi...”
JS : (manyun hampir menangis) ”aku bilangin hyung ku looooooh...”
Anak kecil : (menjulurkan lidahnya lagi) ”weeeeek...ga takut...hahaha...anak hyung...anak hyuuuung....anak hyuuung....”
JS : ”jahat!!...hiks...aku...aku....anak oemma...bukan anak hyuuung...huaaa...huuuu...” (menangis)
Anak kecil : ”hooooo...arasso...arasso....hehehe...anak oemma...anak oemma...hahaha...anak oemma...anak oemma...”
JS : (berhenti nangis) ”hehehe...ye...aku anak oemma”
Anak kecil : (berhenti meledek) ”eh?”
JS : ”kurotchi...aku anak oemma..kekeke”
Anak kecil : ”Pabo...pabo...no paboya...ckckckck...” (menggeleng)
JS : ”he?”
Anak kecil : ”anak oemma sama anak mami kan sama...huaaahahahahaha...anak mami...anak oemma...dasar manja...anak mami...anak mami....huahahaha...” (pergi sambil narik pelampung JS, sampai JS jatuh)
JS : (gelagapan lagi) ”hap...hap...huuuu...hap...oemma....hap...Hyunnng...ada anak nakal...hap...”
JH : (berlari ke arah JS) ”hya...gwanchana?”
JS : (menangis) ”huuuuuu...hyung telaaaaat....tadi ada nakal mo ngebunuh aku.....huuaaaaaa....dia bilang aku anak mami.....huaaaaa...katanya aku anak hyunnng juga...trus kata nya oemma itu mami....huaaaaa...kan aku ga kenal mami.....huaaaaa...masa aku dibilang anaknya mami?...hiks...berarti hyung juga anak mami doooonk?....huuuuu....mami nuguya hyuuung?...huuu...”
JH : (menjitak adiknya gemas) ”haizzzzzz...”
JS : ”huaaaaaaa....oemmmmmmaaaaaaa.......hyung nakaaaaaal.....”
Oemma : (berlari mendekat lalu menarik JS keluar dari air dan memeluk lalu mengelus rambutnya) ”hya...gwanchana....wae hyung?” (menatap JunHo lembut)
JH : ”hhhh...oemma...JunSu pabo...jeongmal pabo laaaaah...” (pergi sambil memakai baju handuknya)
Oemma : (bingung) ”eh?” (lalu menatap JS yang masih terisak)
JS : ”hiks...tuh kan oemma...hyung nakaaal...”
Oemma : (menggendong JS lalu menciumnya) ”gwanchana...kajja...”
***Flash Back Stop***
All : (ketawa guling-guling) ”hahahahaha....”
CM : ”hahaha...hyung...hyung....pabo nya ga ilang ampe sekarang....huahahaha...”
JS : (menjitak semuanya) ”haizzzz...”
JJ : ”kalo kamu Min? Apa ada kejadian nyebelin waktu kecil?”
CM : (mengelap mulutnya) ”hmmmm...anni...” (mengingat masa kecilnya) ”ah...aku ingat...hmmm...waktu aku kecil aku sempat berpindah tempat beberapa kali karena kerjaan appa...trusss...waktu itu aku ketemu sama noona...cantiiik deh hyung...dia lagi main boneka ditaman...” (tersenyum-senyum sendiri)
All : (ikut senyum-senyum mendengar cerita CM)
CM : (meneruskan ceritanya) ”tapi waktu aku ingin ikut main dia bilang aku harus manggil dia hyung...hahaha....lalu dia melempari ku mainannya....ckckckck...
All : (menyetop senyumnya)
CM : ”truuuus...di tempat lainnya...masa aku ketemu sama anak sahabat oemma ku...kukira dia anak kuat, aku mau bermain perang-perangan dengannya...eh....ga tau nya dia itu ceeeeeeeeengeng banget...baru kupukul sedikit udah nangis....ckckckckck....” (menyuap puding yang di kasih manajer)
All : (menatap CM tajam)
CM : (tidak sadar orang-orang disampingnya siap menerkam) ”kalo ditempat satu lagi...aku ketemu sama hyung yang baik....hehehe...tapi aku ga mo main sama dia karena dia jelek....huahahahaha....sebenernya ga jelek siiii...Cuma aku suka ketawa liat giginya...hahahahaha...”
YH : (siap meninju CM)
CM : ”nah...kalo ditempat terakhir...aku ketemu anak pabo...masa ga tau mami sama oemma itu sa.......” (tidak melanjutkan kata-katanya lalu melirik teman-temannya) ”hmmmmm....ternyata....mereka itu........kalian ya Hyung?”....(kabur)
All : ”ChangMin~aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!” (mengejar CM siap menghajarnya)
CM : ”aaaaaaaaaaaaaaaaaaah.....mian....mian....miaaaaaaaaaaaaaaaaanhaeeeeeeeeee!!!” (kabur)


THE END~